PERTI Peduli Bagikan Masker Gratis di Tengah Kabut Asap di Kota Padang

pertisumbar.com– Di tengah kondisi udara Kota Padang yang terdampak kabut asap, PERTI Peduli menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat. Sejumlah relawan PERTI Peduli turun langsung membagikan masker ke jalan di kawasan Simpang 4 Masjid Raya Sumatera Barat (Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi) pada Kamis (10/9) sore.

Aksi sosial ini dimulai pukul 15.00 WIB sebagai bentuk kepedulian PERTI terhadap masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka dan terdampak buruknya kualitas udara akibat kabut asap di Kota Padang. Kawasan ini dipilih karena menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat Kota Padang. Dengan lalu lintas yang cukup ramai, pembagian masker menjadi bentuk kepedulian yang langsung menyentuh masyarakat guna melindungi saluran pernapasan dari paparan udara yang kurang sehat.

Kondisi kualitas udara Kota Padang sebelumnya memang sempat berada pada level yang mengkhawatirkan. Berdasarkan pemantauan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang BMKG pada 5 September 2026, konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat rata-rata 61 mikrogram per meter kubik (µg/m³) atau masuk kategori Tidak Sehat. Pada waktu tertentu, konsentrasi PM2.5 bahkan mencapai 84 µg/m³, sementara PM10 mencapai 99 µg/m³.

Kondisi tersebut kembali memburuk pada 7 September 2026. Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kawasan Padang Pasir menunjukkan angka 214 yang masuk kategori Sangat Tidak Sehat, dengan PM2.5 menjadi parameter dominan. Pemerintah Kota Padang kemudian membagikan 11.000 masker kepada masyarakat di sejumlah titik strategis dan meliburkan aktivitas belajar mengajar bagi siswa PAUD, TK, SD, SMP serentak.

Kabut asap yang menyelimuti Kota Padang dan sejumlah daerah di Sumatera Barat juga berkaitan dengan aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Barat mencatat 19 titik panas pada 7 September 2026, sementara dampak karhutla dari provinsi tetangga turut menyebabkan kondisi kabut asap di Padang dan sekitarnya semakin pekat.

Di tingkat nasional, karhutla masih menjadi salah satu bencana yang mendapat perhatian pemerintah. BNPB melaporkan penanganan karhutla masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Di Riau saja, luas lahan yang terbakar sejak 1 Januari hingga 4 September 2026 tercatat sekitar 18.882,16 hektare. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk ikut mengambil langkah pencegahan terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh paparan asap dan partikulat udara.

Koordinator kegiatan PERTI Peduli Bagi Masker Gratis, Arif Jum’atul Ihsan, mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian sosial PERTI terhadap masyarakat, khususnya mereka yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan di tengah kondisi kualitas udara yang menurun.

“PERTI Peduli hadir bukan hanya ketika masyarakat mengalami musibah besar, tetapi juga ketika ada persoalan yang menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat. Kabut asap dan pencemaran udara merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kepedulian bersama,” pesan Arif.

“Kami menyadari bahwa pembagian masker bukanlah solusi untuk menyelesaikan persoalan karhutla, karena persoalan tersebut membutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh dari pemerintah dan seluruh pihak terkait. Namun, sebagai bagian dari masyarakat, kami ingin mengambil peran yang dapat kami lakukan secara langsung. Masker yang kami bagikan merupakan upaya sederhana untuk membantu masyarakat mengurangi paparan polusi udara, terutama bagi mereka yang bekerja dan beraktivitas di ruang terbuka. Kami juga ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan, lingkungan dan saling peduli terhadap kondisi yang sedang kita hadapi.” Tambahnya.

Menurut Arif, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari semangat PERTI Peduli untuk menghadirkan organisasi di tengah persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Kepedulian terhadap masyarakat tidak hanya dilakukan dalam bentuk bantuan ketika terjadi bencana, tetapi juga melalui kegiatan preventif yang dapat membantu mengurangi risiko yang dihadapi masyarakat.

“PERTI Peduli akan terus berupaya melakukan kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap kegiatan sederhana seperti ini dapat memberikan manfaat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ketika kualitas udara sedang buruk, dan jika dalam beberapa hari tetap seperti ini, tidak tertutup kemungkinan akan ada kegiatan bagi-bagi masker selanjutnya” Pungkasnya.

PERTI Peduli juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah, khususnya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat serta menggunakan masker ketika harus melakukan aktivitas di luar rumah. (AJI)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles